Pet Wise · by Captain Fauna
Pet Wise· Panduan Captain Fauna

Kucing Sering ke Litter Box tapi Urinnya Sedikit: Haruskah Khawatir?

Kucing bolak-balik ke litter box tetapi hanya mengeluarkan sedikit urine? Kenali tanda gangguan saluran kemih, penyebabnya, dan kapan kondisi ini membutuhkan pemeriksaan segera.

drh. Amanda Yonica Poetri Faradifa
drh. Amanda Yonica Poetri FaradifaPublikasi 03 September 2026 · Diperbarui 04 September 2026 · 4 menit baca
Ditulis dokter hewan Bagikan
Kucing Sering ke Litter Box tapi Urinnya Sedikit: Haruskah Khawatir?

Pernah melihat kucing masuk ke litter box berkali-kali, tetapi setiap kali keluar hanya ada sedikit urine?

Perubahan seperti ini sebaiknya tidak dianggap sepele. Pada kucing, sering mencoba buang air kecil tetapi urine yang keluar hanya sedikit dapat menjadi tanda adanya gangguan pada saluran kemih.

Kadang pemilik baru menyadarinya ketika litter box terlihat lebih sering digunakan. Padahal, yang lebih penting justru apa yang terjadi ketika kucing berada di dalamnya: apakah ia mengejan, terlihat gelisah, mengeong, atau hanya menghasilkan beberapa tetes urine.

Kucing sebenarnya sedang mencoba buang air kecil

Kucing dengan masalah saluran kemih dapat merasa ingin buang air kecil lebih sering karena kandung kemih atau uretranya mengalami iritasi.

Akibatnya, kucing mungkin:

  • bolak-balik ke litter box,
  • mengejan saat buang air kecil,
  • hanya mengeluarkan sedikit urine,
  • mengeong atau terlihat kesakitan,
  • menjilati area genital lebih sering,
  • atau mulai buang air kecil di luar litter box.

Urine juga dapat terlihat bercampur darah.

Yang sering membuat kondisi ini terlambat dikenali adalah perilakunya mirip dengan kucing yang “susah pipis”. Pemilik mungkin mengira kucing sedang sembelit karena terlihat mengejan di litter box. Karena itu, penting untuk memperhatikan apakah benar-benar ada urine yang keluar.

Tidak selalu berarti infeksi saluran kemih

Gangguan saluran kemih pada kucing memiliki banyak kemungkinan penyebab. Salah satunya adalah feline idiopathic cystitis (FIC), yaitu peradangan kandung kemih yang penyebab pastinya tidak selalu dapat ditemukan. Stres dan perubahan lingkungan dapat berperan pada sebagian kucing dengan kondisi ini.

Masalah lain dapat berupa batu atau kristal saluran kemih, sumbatan uretra, maupun kondisi lain yang memengaruhi kandung kemih dan uretra. Karena penyebabnya berbeda-beda, kucing yang menunjukkan gejala urinary tidak sebaiknya langsung dianggap mengalami infeksi dan diberi antibiotik tanpa pemeriksaan. Dokter hewan mungkin perlu melakukan pemeriksaan fisik dan analisis urine, serta pemeriksaan tambahan bila diperlukan.

Yang paling perlu diwaspadai: urine tidak keluar

Pada kondisi tertentu, material di dalam saluran kemih dapat menyebabkan uretra tersumbat. Ini merupakan keadaan darurat, terutama pada kucing jantan.

Kucing mungkin terlihat terus mencoba buang air kecil, tetapi urine yang keluar sangat sedikit atau tidak keluar sama sekali. Jika sumbatan berlanjut, kondisi tubuh kucing dapat memburuk dengan cepat.

Jika kucing berulang kali mengejan tetapi tidak dapat mengeluarkan urine, jangan menunggu sampai besok. Segera bawa ke dokter hewan.

Jangan mencoba menekan perut atau kandung kemih di rumah untuk membantu mengeluarkan urine. Penanganan sumbatan membutuhkan prosedur medis yang tepat.

Bagaimana menjaga kesehatan saluran kemih?

Tidak semua masalah urinary dapat dicegah, tetapi beberapa kebiasaan dapat membantu mendukung kesehatan saluran kemih.

  • Pastikan kucing selalu memiliki akses terhadap air bersih. Sebagian kucing lebih tertarik minum jika tersedia beberapa mangkuk air atau air mengalir. Makanan dengan kandungan air tinggi juga dapat membantu meningkatkan asupan cairan.
  • Litter box sebaiknya mudah diakses, cukup nyaman, dan dibersihkan secara rutin. Pada rumah dengan beberapa kucing, menyediakan lebih dari satu litter box dapat mengurangi kompetisi dan membantu kucing menggunakan litter box dengan nyaman.

Jika kucing pernah mengalami masalah saluran kemih, pilihan makanan juga sebaiknya didiskusikan dengan dokter hewan karena kebutuhan diet setiap kucing dapat berbeda.

Perhatikan perubahan kecil

Anda tidak perlu menghitung setiap tetes urine kucing. Yang jauh lebih berguna adalah mengenali perubahan dari kebiasaan normalnya. Jika biasanya kucing buang air kecil dengan tenang dan dalam jumlah normal, kemudian mulai sering masuk litter box, mengejan, atau menghasilkan urine yang jauh lebih sedikit, perubahan tersebut layak diperiksa.

Terutama jika kucing jantan tiba-tiba sulit buang air kecil, anggap kondisi tersebut sebagai keadaan darurat sampai terbukti sebaliknya.

Sering ke litter box tetapi hanya mengeluarkan sedikit urine dapat menjadi tanda gangguan saluran kemih, bukan sekadar perubahan perilaku.

Perhatikan frekuensi, jumlah urine, dan perilaku kucing saat berada di litter box. Jika kucing mengejan berulang kali, terlihat kesakitan, atau tidak dapat mengeluarkan urine, segera cari pertolongan dokter hewan.

Masih ragu dengan kondisi hewanmu? Tanyakan dulu lewat Tanya Dokter Captain Fauna — gratis, 24 jam. Bila perlu pemeriksaan langsung, jadwalkan lewat layanan dokter hewan Captain Fauna yang menampilkan harga tindakan sebelum datang.

Artikel ini telah ditinjau secara medis oleh drh. Amanda Yonica · 03 September 2026