Pet Wise · by Captain Fauna
Pet Wise· Panduan Captain Fauna

Bau Aneh pada Kucing: Kapan Masih Normal, Kapan Harus Khawatir?

Kucing sehat umumnya tidak berbau menyengat. Kenali penyebab bau dari mulut, telinga, kulit, hingga urine, serta kapan kondisi tersebut memerlukan pemeriksaan dokter hewan.

drh. Amanda Yonica Poetri Faradifa
drh. Amanda Yonica Poetri FaradifaPublikasi 03 September 2026 · Diperbarui 04 September 2026 · 4 menit baca
Ditulis dokter hewan Bagikan
Bau Aneh pada Kucing: Kapan Masih Normal, Kapan Harus Khawatir?

Salah satu ciri kucing yang sehat adalah tubuhnya relatif bersih dan tidak mengeluarkan bau menyengat. Hal ini karena kucing menghabiskan sebagian besar waktu bangunnya untuk grooming, yaitu menjilati bulunya guna menghilangkan kotoran, minyak berlebih, dan rambut yang lepas.

Namun, jika kucing tiba-tiba mengeluarkan bau yang tidak biasa, jangan buru-buru menyalahkan makanannya atau menganggapnya sebagai hal yang normal. Dalam dunia kedokteran hewan, perubahan bau tubuh sering kali menjadi salah satu petunjuk awal adanya gangguan kesehatan.

Yang terpenting adalah mengenali dari mana bau tersebut berasal, karena setiap lokasi dapat mengarah pada penyebab yang berbeda.

Bau mulut: tidak selalu hanya karena makanan

Mulut merupakan salah satu sumber bau yang paling sering dikeluhkan pemilik kucing.

Bau mulut ringan setelah makan ikan atau makanan basah umumnya masih normal. Namun, bila bau menetap, semakin menyengat, atau disertai air liur berlebihan, kemungkinan terdapat masalah pada rongga mulut.

Penyebab yang paling sering meliputi:

  • Penumpukan plak dan karang gigi.
  • Radang gusi (gingivitis).
  • Penyakit periodontal.
  • Luka atau infeksi di rongga mulut.
  • Gigi patah atau abses akar gigi.

Pada kucing yang lebih tua, bau mulut juga dapat menjadi tanda penyakit sistemik.

Sebagai contoh:

  • Bau menyerupai amonia dapat ditemukan pada beberapa kasus penyakit ginjal kronis akibat penumpukan zat sisa metabolisme dalam darah.
  • Bau manis seperti buah atau aseton dapat muncul pada kondisi diabetes melitus yang tidak terkontrol, meskipun kondisi ini relatif lebih jarang.

Karena itu, bau mulut sebaiknya tidak hanya dianggap sebagai masalah kebersihan gigi.

Bau dari telinga

Telinga kucing yang sehat hampir tidak memiliki bau.

Apabila telinga mulai mengeluarkan aroma yang tidak sedap, terutama disertai kotoran berwarna coklat tua atau hitam, kemerahan, atau kucing sering menggaruk telinganya, kondisi tersebut dapat mengarah pada:

  • Infeksi bakteri.
  • Infeksi jamur.
  • Tungau telinga (Otodectes cynotis).
  • Peradangan kronis pada saluran telinga.

Membersihkan telinga tanpa mengetahui penyebabnya justru dapat memperparah kondisi, sehingga pemeriksaan dokter hewan tetap diperlukan apabila keluhan berlangsung lebih dari beberapa hari.

Bau dari kulit

Kulit kucing yang sehat umumnya tidak berbau menyengat.

Bau apek, tengik, atau seperti ragi dapat menandakan adanya gangguan pada kulit, misalnya:

  • Infeksi bakteri.
  • Infeksi jamur.
  • Seborrhea (gangguan produksi minyak kulit).
  • Luka yang terinfeksi.
  • Lipatan kulit yang lembap pada beberapa ras tertentu.

Perlu diingat bahwa memandikan kucing terlalu sering atau menggunakan sampo manusia juga dapat mengganggu lapisan pelindung alami kulit dan meningkatkan risiko iritasi.

Bau dari area belakang tubuh

Bau menyengat di sekitar anus sering kali berkaitan dengan kantung anal.

Meskipun gangguan kantung anal lebih umum ditemukan pada anjing, kondisi ini juga dapat terjadi pada kucing.

Kantung anal yang mengalami penyumbatan atau infeksi dapat menyebabkan:

  • Bau sangat menyengat.
  • Kucing sering menjilat area anus.
  • Kucing menyeret pantat di lantai (scooting).
  • Pembengkakan di sekitar anus.

Selain itu, diare yang menempel pada bulu juga dapat menjadi sumber bau yang sering luput diperhatikan.

Bau urine: kapan masih normal?

Urine kucing memang memiliki aroma yang khas karena kandungan ureanya cukup tinggi.

Namun, beberapa perubahan perlu diwaspadai, seperti:

  • Bau yang tiba-tiba jauh lebih menyengat.
  • Adanya darah.
  • Kucing mengejan saat buang air kecil.
  • Frekuensi buang air kecil meningkat atau justru menurun.

Perubahan tersebut dapat berkaitan dengan penyakit saluran kemih bawah, infeksi saluran kemih, hingga gangguan kandung kemih. Pada kucing jantan, kesulitan buang air kecil bahkan merupakan kondisi darurat yang memerlukan penanganan segera.

Jangan hanya menutupi bau

Saat mencium bau yang tidak biasa, sebagian pemilik memilih memandikan kucing atau menggunakan parfum khusus hewan.

Padahal, menghilangkan bau tidak sama dengan mengatasi penyebabnya.

Jika sumber bau berasal dari penyakit gigi, infeksi telinga, gangguan kulit, atau penyakit organ dalam, bau akan kembali muncul selama penyebab utamanya belum ditangani.

Karena itu, perubahan bau tubuh sebaiknya diperlakukan sebagai gejala, bukan sekadar masalah kosmetik.

Kapan perlu ke dokter hewan?

Segera lakukan pemeriksaan apabila bau muncul bersamaan dengan:

  • Nafsu makan menurun.
  • Berat badan turun.
  • Air liur berlebihan.
  • Keluar cairan dari telinga.
  • Luka pada kulit.
  • Muntah atau diare.
  • Sulit buang air kecil.
  • Kucing tampak lesu atau bersembunyi lebih sering.

Diagnosis sejak dini sering kali membuat pengobatan menjadi lebih sederhana dan peluang kesembuhan lebih baik.

Kesimpulan

Tubuh kucing yang sehat umumnya tidak mengeluarkan bau yang menyengat. Oleh karena itu, perubahan aroma dari mulut, telinga, kulit, maupun urine tidak boleh diabaikan, terutama jika disertai perubahan perilaku atau kondisi fisik lainnya.

Alih-alih hanya menghilangkan bau, mencari penyebab utamanya merupakan langkah terbaik untuk menjaga kesehatan kucing dalam jangka panjang.

Rawat Kebersihan Kucing dengan Produk yang Tepat

Perawatan rutin seperti menyikat gigi, membersihkan telinga sesuai anjuran dokter hewan, menggunakan shampo khusus kucing, serta menjaga kebersihan litter box dapat membantu mengurangi risiko berbagai masalah yang menjadi penyebab bau tidak sedap. Captain Fauna menyediakan berbagai perlengkapan perawatan harian untuk membantu menjaga kesehatan dan kenyamanan kucing kesayangan Anda.

Masih ragu dengan kondisi hewanmu? Tanyakan dulu lewat Tanya Dokter Captain Fauna — gratis, 24 jam. Bila perlu pemeriksaan langsung, jadwalkan lewat layanan dokter hewan Captain Fauna yang menampilkan harga tindakan sebelum datang.

Artikel ini telah ditinjau secara medis oleh drh. Amanda Yonica · 03 September 2026