Jangan Siram Air Es! Ini yang Harus Dilakukan Saat Anabul Heatstroke
Anabul terengah-engah setelah kepanasan? Kenali tanda heatstroke dan lakukan pertolongan pertama yang aman di rumah sebelum segera membawanya ke dokter hewan.


Kalau anabul habis jalan-jalan di siang hari dan masih panting, belum tentu itu heatstroke. Tapi kalau panting-nya berat, tidak juga membaik setelah dibawa ke tempat sejuk, atau mulai terlihat lemas, sempoyongan, muntah, dan tidak seperti biasanya, kamu perlu mulai menganggapnya serius.
Heatstroke adalah kondisi darurat. Suhu tubuh yang terlalu tinggi bisa menyebabkan kerusakan pada berbagai organ, jadi jangan menunggu sampai anabul “sembuh sendiri”.
Yang bisa kamu lakukan pertama kali?
Bawa ke tempat yang lebih sejuk
Hentikan aktivitasnya dan segera pindahkan ke tempat yang teduh dan punya sirkulasi udara baik. Kalau ada AC atau kipas, gunakan. Tidak perlu menyuruh anabul berjalan sendiri ke dalam rumah. Kalau kondisinya sudah lemas, bantu pindahkan supaya dia tidak mengeluarkan tenaga lebih banyak.
Mulai dinginkan tubuhnya
Basahi tubuh dengan air sejuk atau air keran biasa, kemudian gunakan kipas untuk membantu proses pendinginan.
Kenapa bukan air es?
Karena kita memang ingin menurunkan suhu tubuh, tapi bukan membuat perubahan suhu yang terlalu ekstrem. Air yang sangat dingin atau ice bath dapat menyebabkan vasokonstriksi pada pembuluh darah perifer dan membuat proses pelepasan panas menjadi kurang efektif. Ada juga risiko suhu tubuh turun terlalu jauh kalau proses pendinginan tidak dimonitor
Jadi di rumah, nggak perlu cari es. Air sejuk + kipas sudah cukup untuk mulai membantu sambil berangkat ke dokter hewan.
Dan jangan membungkus seluruh tubuh dengan handuk basah. Handuk yang menempel di tubuh bisa menghambat pelepasan panas.
Kalau punya termometer, boleh cek
Kalau kamu punya termometer digital dan memang tahu cara menggunakannya dengan aman, suhu rektal bisa membantu memantau kondisi anabul.
Suhu normal anjing dan kucing umumnya berada di sekitar 38-39°C. Suhu sekitar 40°C atau lebih, terutama setelah terpapar panas dan disertai gejala, perlu dianggap serius. Tapi jangan sampai sibuk mencari termometer dan malah menunda berangkat.
Kalau anabul sudah menunjukkan tanda heatstroke, tindakan lebih penting daripada angka di termometer. Saat suhu tubuh sudah turun mendekati 39,4°C, pendinginan aktif sebaiknya dihentikan untuk mencegah overcooling.
Tawarkan air, bukan dipaksa
Kalau anabul masih sadar dan bisa menelan dengan normal, kamu boleh menawarkan air.
Tidak perlu dipaksa minum. Jangan menuangkan air ke mulut, terutama kalau dia sudah sangat lemah atau kesadarannya menurun karena ada risiko air masuk ke saluran pernapasan.
Bahaya! Jangan kasih obat penurun demam
Heatstroke bukan demam biasa. Jadi jangan memberikan paracetamol, ibuprofen, atau obat manusia lainnya untuk mencoba menurunkan suhu tubuh. Yang dibutuhkan adalah pendinginan dan pemeriksaan dokter hewan.
Dan setelah itu, tetap ke dokter hewan
Ini yang sering dilupakan. Anabul mungkin terlihat jauh lebih baik setelah didinginkan. Tapi heatstroke bisa menyebabkan kerusakan organ yang baru terlihat beberapa waktu kemudian.
Jadi jangan berpikir, “Oh, sudah nggak panting, berarti aman.”
Kalau kamu mencurigai heatstroke, dinginkan dan segera bawa ke dokter hewan.
Apalagi kalau sudah ada muntah, sempoyongan, sulit bernapas, tremor, kejang, kolaps, atau kehilangan kesadaran. Itu bukan kondisi untuk dipantau di rumah.
Referensi:
https://www.aaha.org/newstat/publications/heat-safety-warnings-for-veterinary-teams-and-pet-owner
Masih ragu dengan kondisi hewanmu? Tanyakan dulu lewat Tanya Dokter Captain Fauna — gratis, 24 jam. Bila perlu pemeriksaan langsung, jadwalkan lewat layanan dokter hewan Captain Fauna yang menampilkan harga tindakan sebelum datang.