Pet Wise · by Captain Fauna
Pet Wise· Panduan Captain Fauna

Jamur Kulit Kucing (Ringworm): 6 Gejala & Cara Mengobati

Ringworm pada kucing adalah infeksi jamur menular yang menyebabkan bercak botak dan gatal. Ketahui 6 gejala utama, cara diagnosis, dan pengobatan yang tepat

Captain Fauna
Captain FaunaPublikasi 24 September 2026 · Diperbarui 24 September 2026 · 5 menit baca
Jamur Kulit Kucing (Ringworm): 6 Gejala & Cara Mengobati

Jamur Kulit Kucing (Ringworm): 6 Gejala & Cara Mengobati

Jamur kulit pada kucing, yang dikenal dengan istilah ringworm (dermatomikosis), adalah infeksi jamur menular yang menyerang lapisan luar kulit, rambut, dan kuku. Meski namanya mengandung kata "worm", ringworm bukanlah cacing — tetapi jamur, paling sering spesies Microsporum canis atau Trichophyton mentagrophytes.

Ringkasan cepat:

  • Ringworm menyebabkan bercak botak melingkar dengan kulit merah dan bersisik di sekitarnya
  • Infeksi ini menular ke kucing lain dan ke manusia melalui kontak langsung atau benda yang terkontaminasi
  • Diagnosis pasti memerlukan pemeriksaan dokter hewan menggunakan lampu Wood atau biakan jamur
  • Pengobatan membutuhkan terapi topikal dan oral yang konsisten selama 4–12 minggu
  • Pembersihan lingkungan sangat penting untuk mencegah penularan ulang

6 Gejala Ringworm pada Kucing

Gejala ringworm pada kucing tidak selalu sama pada setiap individu. Beberapa kucing menunjukkan tanda yang jelas, sementara lainnya baru terlihat setelah infeksi berkembang lebih lanjut.

1. Bercak botak melingkar Gejala paling khas adalah munculnya bercak bulat atau lonjong tanpa rambut di kulit kucing. Pola ini sering disebut "ring" atau lingkaran karena tepinya lebih merah dan meradang dibanding bagian tengahnya. Area yang sering terkena: kepala, telinga, leher, dan kaki depan.

2. Kulit merah, bersisik, dan berkerak Di sekitar dan dalam bercak botak, kulit kucing terlihat meradang, bersisik, atau berkerak. Beberapa kucing mengalami kerak kusam tanpa bercak botak yang jelas — tanda ini sering terlewatkan.

3. Rambut rapuh dan patah Rambut di area yang terinfeksi menjadi lebih mudah patah. Jika kamu menyisir kucing dengan lembut, rambut akan rontok tanpa terlihat adanya akar yang sehat.

4. Gatal atau sensitivitas di area tertentu Meskipun tidak semua kucing menunjukkan gatal yang nyata, beberapa akan menggaruk atau menjilat area yang terinfeksi secara berlebihan. Ini bisa memperparah infeksi dan menyebabkan lesi sekunder (infeksi bakteri tambahan).

5. Kuku yang berubah warna atau menebal Jika jamur menyerang kuku, kuku kucing bisa menjadi lebih tebal, rapuh, atau berubah warna menjadi lebih gelap. Gejala ini sering terlewatkan karena letaknya di bawah.

6. Gejala ringan atau tanpa gejala Sebagian kucing — terutama yang masih muda atau memiliki daya tahan tubuh kuat — bisa membawa jamur tanpa menunjukkan tanda yang terlihat jelas. Mereka disebut "asymptomatic carriers" dan tetap bisa menularkan infeksi ke kucing lain.

Bagaimana Ringworm Menular?

Ringworm menyebar melalui:

  • Kontak langsung dengan kulit, rambut, atau kuku kucing yang terinfeksi
  • Benda yang terkontaminasi: mainan, tempat tidur, sisir, peralatan grooming
  • Lingkungan: spora jamur bisa bertahan di lantai, furniture, dan area bermain selama berbulan-bulan

Manusia bisa tertular dari kucing melalui kontak kulit ke kulit, terutama jika memiliki luka terbuka atau kekebalan tubuh lemah. Anak-anak, lansia, dan orang dengan imunosupresi lebih rentan.

Cara Dokter Hewan Mendiagnosis Ringworm

Dokter hewan menggunakan tiga metode:

1. Lampu Wood (ultraviolet) Beberapa spesies jamur (terutama Microsporum canis) bersinar biru-hijau di bawah lampu Wood. Namun, tidak semua ringworm bersinar — hasil negatif tidak berarti kucing tidak terinfeksi.

2. Biakan jamur Ini adalah standar emas diagnosis. Dokter hewan mengumpulkan rambut dan kulit dari pinggir lesi, lalu ditanam di media khusus selama 2–4 minggu untuk memastikan jenis jamur dan memilih obat yang paling efektif.

3. Pemeriksaan mikroskop (KOH mount) Spora jamur dilihat langsung di bawah mikroskop setelah dirawat dengan kalium hidroksida. Ini memberikan hasil lebih cepat tapi kurang akurat dibanding biakan.

Pengobatan Ringworm pada Kucing

Pengobatan ringworm membutuhkan kombinasi terapi topikal (dioleskan) dan oral (diminum), tergantung tingkat keparahan.

Terapi topikal:

  • Salep atau krim antijamur (miconazole, terbinafine) dioleskan 2 kali sehari langsung ke area yang terinfeksi
  • Shampo antijamur (miconazole atau ketoconazole) 2–3 kali seminggu membantu membersihkan spora dan mengurangi penularan
  • Perawatan ini perlu dilanjutkan 2–4 minggu setelah gejala hilang untuk mencegah kambuh

Terapi oral:

  • Untuk infeksi yang luas atau tidak merespons topikal, dokter hewan meresepkan tablet antijamur (griseofulvin atau terbinafine) selama 4–12 minggu
  • Obat oral bekerja dari dalam tubuh dan lebih efektif untuk infeksi kuku
  • Pantau efek samping dan lakukan tes darah rutin sesuai anjuran dokter

Pembersihan lingkungan: Ini sama pentingnya dengan obat-obatan. Spora jamur tahan lama di lingkungan:

  • Cuci semua mainan, tempat tidur, dan alas dengan air panas
  • Sedot debu area yang sering dikunjungi kucing — spora bisa tersisa di karpet
  • Gunakan disinfektan yang efektif untuk jamur (klorin dilusian 1:10, atau disinfektan antijamur khusus) pada permukaan keras
  • Lakukan pembersihan ini minimal 1 kali seminggu selama pengobatan berlangsung

Kapan Harus Bawa Kucing ke Dokter Hewan

Bawa kucing ke dokter hewan segera jika:

  • Kucing memiliki bercak botak yang berkembang atau tidak hilang dalam 2 minggu
  • Kucing menggaruk atau menjilat area tertentu secara berlebihan
  • Kamu atau anggota keluarga mengalami ruam kulit yang tidak hilang, terutama setelah kontak dengan kucing
  • Kucing tinggal bersama kucing lain dan menunjukkan tanda infeksi kulit

Pencegahan Penularan di Rumah

Isolasi kucing yang terinfeksi dalam ruangan terpisah untuk mengurangi kontak dengan kucing lain selama pengobatan berlangsung. Jika isolasi tidak mungkin, batasi akses ke tempat tidur bersama dan mainan komunal.

Cuci tangan setelah menyentuh kucing yang terinfeksi, terutama sebelum menyentuh kucing lain atau anggota keluarga.

Gunakan peralatan terpisah: sisir, sikat, mainan, dan mangkuk makan harus terpisah untuk menghindari kontaminasi silang.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ringworm pada kucing bisa sembuh sendiri? Tidak. Meskipun beberapa kucing dengan daya tahan tubuh sangat kuat mungkin dapat mengatasi infeksi ringan dalam berbulan-bulan, mayoritas kucing membutuhkan pengobatan aktif. Tanpa pengobatan, infeksi bisa bertahan lama dan menular ke kucing dan manusia lain di rumah.

Berapa lama pengobatan ringworm? Pengobatan tipikal berlangsung 4–12 minggu, tergantung jenis jamur, luas infeksi, dan respons kucing terhadap obat. Biakan jamur negatif kedua kalinya = tanda kesembuhan klinis, tetapi lanjutkan perawatan sesuai instruksi dokter untuk mencegah kambuh.

Apakah kucing yang pernah ringworm bisa terkena lagi? Ya, kucing bisa terkena ringworm lagi jika terpajan spora jamur baru atau jika sistem kekebalan tubuhnya lemah. Pencegahan melalui kebersihan dan penghindaran paparan adalah kunci.


Produk yang Disebutkan dalam Artikel

Disebut dalam artikel ini
Natural Ear Wash 100 mL

Baca Juga